situs slot gacor
mahjong slot
slot bonus 100

IDI Surati Menkes Imbas 4 Dokter Internship Meninggal, Soroti Jam Kerja hingga Gaji

IDI Surati Menkes Imbas 4 Dokter Internship

IDI Surati Menkes Imbas 4 Dokter Internship Meninggal, Soroti Jam Kerja hingga Gaji – Dunia kedokteran Indonesia tengah berduka. Empat dokter muda peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) meninggal dunia dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Kasus terbaru menimpa dr. Myta Aprilia Azmy yang bertugas di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. Ia meninggal pada 1 Mei 2026 setelah diduga tetap diminta bekerja meskipun sedang sakit .

Tiga dokter lain juga dilaporkan meninggal pada Maret 2026. Mereka tersebar di berbagai daerah, mulai dari Cianjur, Rembang, hingga Denpasar, dengan penyebab beragam seperti DBD, anemia, hingga komplikasi campak .

Merespons tragis ini, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) resmi melayangkan surat kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Surat tersebut berisi 12 poin tuntutan perbaikan sistem yang dinilai “tidak manusiawi” .

12 Poin Usulan Perbaikan dari IDI

IDI mendesak delapan perubahan mendasar dalam program internship :

  1. Masa Internship Maksimal 6 Bulan – Tanpa masa tunggu yang memberatkan.

  2. Gaji 3 Kali UMR – Besaran bantuan biaya hidup minimal tiga kali upah slot bonus minimum regional. Saat ini, banyak dokter magang hanya menerima sekitar Rp3,1 juta per bulan, dengan sebagian besar habis untuk biaya sewa .

  3. Jam Kerja Maksimal 40 Jam per Minggu – Pembatasan ini untuk mencegah kelelahan ekstrem. Selama ini, jam kerja di lapangan seringkali tidak sesuai aturan .

  4. Hak Cuti Bulanan – Minimal satu hari per bulan di luar cuti sakit.

  5. Hak Cuti Hamil – Khusus untuk dokter perempuan.

  6. Libur Nasional Tetap Diberlakukan – Dokter internship tidak boleh dipaksa bekerja pada hari libur resmi.

  7. BPJS Ketenagakerjaan & Kesehatan Ditanggung Negara – Perlindungan sosial penuh bagi peserta.

  8. Santunan Kematian – Penghargaan dari pemerintah pusat jika terjadi hal tidak diinginkan .

Selain itu, IDI juga meminta izin sakit tidak boleh mengurangi jatah cuti. Jika dokter sedang sakit, mereka tidak wajib mengganti masa internship yang terlewat .

Masalah Sistemik di Lapangan

Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto, mengungkap fakta pahit di lapangan. Banyak rumah sakit justru memperlakukan dokter internship sebagai pekerja utama, bukan peserta didik yang harus didampingi .

“Walaupun dokter internship sudah punya SIP dan STR, tetapi dia memang bukan pekerja utama. Kadang rumah sakit membebani bahwa dia adalah pekerja,” tegas Slamet .

Anggota Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI), Muhammad Akbar, menambahkan adanya penyimpangan tugas. Ada laporan dokter internship disuruh mengerjakan borang akreditasi rumah sakit, bahkan overtime di IGD tanpa henti .

Dampaknya fatal. Seorang dokter magang yang curhat menyebut mereka hanya mendapat cuti 4 hari per tahun. Cuti sakit pun memotong jatah tersebut . Akibatnya, banyak peserta memilih tetap bekerja meskipun kondisi tubuh sudah tidak kuat. Seperti yang dialami dr. Myta, yang tetap bertugas dalam keadaan demam dan sesak napas hingga akhirnya meninggal .

Tanggapan dan Investigasi Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirim tim investigasi ke RSUD spaceman Tanjabbar, Jambi, untuk mendalami kasus dr. Myta. Tim yang terdiri dari lebih dari 10 orang tiba di lokasi pada Senin (4/5/2026) .

Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, sebelumnya menyatakan bahwa ketiga kematian di bulan Maret tidak disebabkan oleh kelebihan beban kerja. Menurut data, jam kerja mereka kurang dari 40 jam per minggu . Namun pernyataan ini bertentangan dengan laporan dan pengakuan banyak peserta internship di lapangan.

IDI sendiri akan membuka hotline khusus bagi dokter magang untuk melaporkan dugaan pelanggaran. Mulai dari perundungan (bullying), jam kerja terlalu panjang, hingga beban kerja berlebihan .

Hingga saat ini, para dokter muda masih berjuang di garis depan pelayanan kesehatan. Namun nyawa mereka terancam bukan hanya oleh penyakit pasien, tetapi juga oleh sistem yang tak lagi berpihak. Reformasi sistem internship bukan lagi wacana—ini adalah kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan calon-calon dokter terbaik bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version